Sejarah Kopi Indonesia, Dari Dunia Hingga Indonesia

sejarah kopi indonesia


Pernah gak sih kalian ngebayangin kalo seandainya kopi itu gak ada di dunia ini.

Pastinya gak bakalan ada warkop, kafe, kopi sachet, gak bakalan ada lagi nongkrong sama teman-teman sambil ngopi dan akan susah untuk mencari inspirasi, karena ketika otak perlu inspirasi disitulah kita butuh kopi.

Kali ini kita akan membahas sejarah tentang bagaimana kopi dapat menyebar ke seluruh dunia, sebuah kisah mengenai perjalanan kopi di dunia yang selalu berubah-ubah seiring perkembangan jaman. Kisah bagaimana kopi awalnya ditemukan, hingga menjadi minuman yang digemari kebanyakan orang pada jaman sekarang ini.

PENEMUAN AWAL
Kopi ditemukan setidaknya 1.000 tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu kapan pastinya, tetapi banyak yang percaya bahwa asal-usul Kopi Arabika terletak di daerah Sudan Selatan dan Ethiopia, sementara Kopi Robusta berasal dari Afrika Barat.

Bahkan sebelum biji kopi itu dipanggang, digiling dan diseduh untuk membuat kopi yang kita minum seperti sekarang ini, buah kopi maupun daunnya sudah lama digunakan oleh orang pada jaman dahulu yang khasiatnya berguna untuk menyegarkan tubuh.

Semuanya berawal ketika para penggembala kambing yang selalu menggembalakan kambingnya keliling di dataran Afrika dan mereka melihat kambing gembalaannya meloncat-loncat seperti menari kegirangan (dikenal sebagai "the dancing goat").

Sang penggembala merasa penasaran, lalu setelah ia mencari penyebabnya dan ternyata kambing mereka memakan buah ceri berwarna merah, yang ternyata buah itu adalah buah kopi.

Semenjak saat itu mereka biasanya mencampurkan biji kopi dengan lemak dan rempah-rempah untuk menciptakan "energy bar" atau snack penambah stamina ketika menggembala ke tempat yang jauh dari rumah mereka. Daun dan kulit buah kopi juga direbus untuk menciptakan minuman yang kaya akan kafein.

Lalu, bagaimana Kopi bisa menyebar ke seluruh Dunia?

Diperkirakan bahwa kopi dibawa ke Yaman dan Arab oleh para budak dari Afrika. Pada tahun 1400-an, para Sufi biasanya meminum teh yang terbuat dari buah ceri kopi yang biasa disebut "quishr" atau "Anggur Arab" yang khasiatnya dapat membantu mereka tetap terjaga ketika beribadah pada malam hari.

sejarah kopi indonesia 1
Budaya Minum Kopi di Arab pada waktu itu


Seiring berjalannya waktu, berita tentang kopi yang ternyata mempunyai efek stimulant mulai menyebar dari mulut ke mulut diantara para pedagang maupun cendekiawan.

Namun Beberapa orang khawatir bahwa “quishr” tidak sesuai dengan kepercayaan agama, walaupun pemikiran tersebut mulai berkembang di masyarakat, tapi beberapa kedai kopi tetap buka dan inilah yang menyebabkan semakin meningkatnya popularitas kopi pada saat itu.

Pada tahun 1500-an, orang-orang Arab mulai memanggang dan menggiling biji kopi yang telah dikupas dari kulitnya untuk membuat kopi seperti yang kita nikmati hari ini, yang pada akhirnya menyebar ke Turki, Mesir, dan Afrika Utara.

PENYEBARAN KOLONIAL
Orang-orang Arab sangat melindungi kopi mereka sehingga mereka mengkonsumsi dan memperjual-belikan kopi hanya kepada sesama mereka saja.

Namun, pada awal tahun 1600-an, seorang yang berasal dari arab menyelundupkan benih dari Yaman ke India hingga ke tangan seorang pedagang Belanda, lalu ia membawa benih kopi tersebut dari Yaman dan menanamnya di Amsterdam.

Terus, kapan sih Kopi masuk ke Indonesia sob?

Kopi pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1696, ketika Indonesia masih di bawah pendudukan Belanda, pada saat itu VOC (Verininging Oogst-Indies Company) membawa masuk Kopi Arabika ke Indonesia dan di produksi secara besar-besaran melalui tanam paksa untuk memecah monopoli perdagangan kopi yang dilakukan oleh Arab di seluruh dunia.

sejarah kopi indonesia 2
Tanam Paksa Kopi Pada masa Pendudukan Belanda


Komandan VOC, Adriaan van Ommen membawa kopi dari Malabar ke India, lalu ke Jakarta (waktu itu Batavia).

Kopi yang pertama kali ditanam adalah Kopi Arabika dengan menggunakan tanah pribadi yang disebut kedaung. Tanah tersebut ditanami kopi sehingga menjadi kebun kopi yang sangat luas, Kebun Kopi itulah yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, sebuah daerah di Jakarta Timur.

Pada awal mulanya Kopi ditanam di Jakarta, lalu di Sukabumi hingga Bogor. Namun seiring berjalannya waktu, VOC memperluas perkebunan kopi hingga ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, di beberapa wilayah Sumatera dan Sulawesi. Sebagian besar lahan berhutan dibuka dan ditanami secara khusus untuk pengembangan perkebunan kopi ini.

Indonesia adalah tempat pertama di luar Arab dan Ethiopia yang banyak membudidayakan kopi. VOC memonopoli perdagangan kopi pada tahun 1725 hingga 1780.

Pada pertengahan abad ke-17, VOC memperluas area penanaman Kopi Arabika di Sumatra, Bali, Sulawesi dan Timor.

Di Sulawesi, kopi pertama kali ditanam pada tahun 1750. Di dataran tinggi Sumatera Utara kopi pertama kali ditanam di dekat Danau Toba pada tahun 1888, dan pada akhir tahun 1800-an, penjajah Belanda mendirikan perkebunan kopi yang besar di Dataran Ijen di Jawa Timur, diikuti di dataran tinggi Gayo (Aceh) di dekat Danau Laut Tawar pada tahun 1924.

Bencana sempat melanda pada tahun 1876, ketika tanaman kopi mulai terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu karat daun pada tanaman kopi, memusnahkan sebagian besar tanaman kopi yang pada saat itu adalah Kopi Arabika.

penyakit pada tanaman kopi
Karat Daun pada tanaman Kopi


Kopi Robusta (C. canephor var. Robusta) diperkenalkan ke Jawa Timur pada tahun 1900 sebagai pengganti, terutama di dataran rendah, di mana varietas kopi ini dikenal lebih tahan terhadap penyakit.

Pada tahun 1920-an banyak petani kecil di seluruh Indonesia mulai menanam kopi sebagai tanaman komersial.

Perang Dunia ke-II dan perjuangan untuk kemerdekaan memainkan peranan besar dalam perubahan pasar kopi di Indonesia. Ketika Jepang mendarat di Indonesia, perkebunan diambil alih secara singkat oleh Jepang.

Namun, setelah kemerdekaan, banyak perkebunan kopi di Indonesia berada di bawah kendali Pemerintah Indonesia atau ditinggalkan oleh pemiliknya yang merupakan orang belanda, untuk menghindari penangkapan.

Hingga saat ini, lebih dari 90% kopi Indonesia ditanam oleh petani kecil dan juga koperasi.

Begitulah sejarah singkat tentang bagaimana Kopi bisa menyebar ke seluruh dunia bahkan sampai ke Indonesia sob.

Sobat Kopi semua sudah tau kan kalo Kopi itu bukan tanaman asli dari Indonesia, tetapi tanaman yang berasal dari belahan dunia ini dan melalui perjalanan yang panjang, Kopi bisa sampai ke Indonesia.

Sekarang, Indonesia termasuk salah satu negara produsen Kopi terbesar di dunia, yaitu berada di peringkat ke-4 setelah Brazil, Vietnam dan Colombia.

No comments:

Post a Comment